WELCOME TO MY ILLUMINATION

14 Agustus 2016

Pimpinan Himateks FT Unila 2015/2016


Duduk (kiri-kanan) : M. Agung Setia Dharma, Sella Anggraini, Ahmad Ega Wira Tama, Hariadi Tri Pambudi, Aditia Reshi
Berdiri (kiri-kanan) : M. Rizki Arrizal, M. Yusrizal Fahri, M. Rizqika Aftortu, Ismawan Dewansyah, Abdurrahman Yusuf


Menjadi bagian dari suatu organisasi kampus tidaklah selalu buruk. Karena saya telah menjalaninya. Mungkin beberapa mengatakan "Hanya buang-buang waktu" atau "Tidak akan berguna" atau yang lebih ekstrim lagi "Orangtua membiayai kuliah untuk kuliah, bukan untuk mengurus hal - hal seperti itu". Ya. Semua orang boleh berpendapat. Sebagaimana semua orang boleh memilih apa yang harus dilakukan.

Kenangan. Apa yg penting dari sebuah kenangan ?......
Saya rasa bukan hal yang tepat apabila ketika telah menyelesaikan suatu tangggung jawab, hanya menjadi kenangan. Bukan, bukan itu. Melainkan hanya menjadi suatu pengalaman.
Kenangan dapat hilang. Karena mungkin hanya diri kita sendiri lah yang mengenang. Atau orang lain, yang meluangkan sedikit bagian dari hati dan pikirannya untuk mengenang. Dan semua orang bebas memilih kenangan seperti apa yang ingin dia ingat.

Pengalaman. Kata yang tepat untuk sebuah perjalanan.
Dalam perjalanan kita melihat dan memperhatikan banyak hal.
Diperjalanan kita mendengar dan menyimak banyak hal.
Menjalani perjalanan kita melakukan banyak hal.


Saya merasa beruntung karena dalam perjalanan menjalankan suatu organisasi memiliki rekan-rekan yang sangat membantu satu sama lain, bekerja sama. Hal yang tidak bisa di pelajari, namun dapat dijalani.

Terimakasih pada kalian tim yang tepat.


Sekretaris Umum : 
Hariadi Tri Pambudi

Bendahara Umum : 
Sella Anggraini

Kepala Departemen Penelitian dan Pengembangan :
Aditia Reshi Dista

Kepala Departemen Advokasi dan Profesi :
M. Agung Setia Dharma

Kepala Departemen Kaderisasi :
M. Rizki Arrizal

Kepala Departemen Usaha dan Karya :
M. Yusrizal Fahri

Kepala Departemen Media dan Informasi dan Pelaksana Teknis Departemen Kesekretariatan :
M. Rizqika Aftortu

Kepala Departemen Hubungan Luar :
Ismawan Dewansyah

Kepala Departemen Olahraga dan Kerohanian :
Abdurrahman Yusuf Hasyim

Kepala Departemen Kesekretariatan :
Luthfi Zain Fuadi

Dan untuk seluruh rekan yang telah berjuang bersama selama menjadi pengurus 
Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Lampung
periode 2015-2016

Terimakasih untuk kalian yang telah membantu dalam hal kecil maupun hal besar
Terimakasih untuk kalian yang telah sampai akhir berjuang bersama
Terimakasih untuk kalian yang telah berani berbeda
Terimakasih untuk kalian yang telah sabar, tekun, gigih serta pantang menyerah
Terimakasih.

13 Desember 2015

Minggu, 13 Desember 2015

Selamat pagi dunia, ingin aku bertanya "kenapa hari ini cerah sekali ?" Kau tau dunia, aku sangat menyukai suasana ketka minggu pagi yang kosong serta mendung dan hujan. Aku merasa sangat damai, bersembunyi dibawah atap hunian. Menikmati kehangatan dikala dingin menerpa. Suara relaksasi yang tak akan pernah tergantikan.
Bahkan ketika saat itu aku masih terbayang kenangan-kenangan dahulu, kenangan menerobos hujan, kenangan menunggu hujan, kenangan harus berbasah-basah karena satu dua hal yang sekarang tidak begitu penting. kenangan menyaksikan air hujan yang membasahi kaca jendela. dan terseret di kaca akibat melesat lebih dari 100 km/jam. Berada dalam ketakutan. Yang bahkan aku tidak dapat melihat bagian depan kendaraanku sendiri.
Ketika hujan pula aku teringat pernah menuruni pegunungan tanpa adanya lampu. Dan yang paling menjengkelkan adalah alasan mengapa menuju pegunungan itu sendiri. Bahkan aku menuruni tanpa mengenakan celana panjang, ditengah badai. Kata berita keesokan hariya. Membaca berita itu aku tertawa, karena aku berada ditengahnya semalam. Dan masih menjadi pertanyaan mengapa aku bisa sampai rumah tanpa merasa kedinginan.
Lebih jauh mundur lagi, aku teringat ketika langit sangat gelap, tidak sesuai dengan waktu normal. Aku merasa kiamat akan datang karena aku kira itu kiamat. Hasil pemikiran anak kecil yang terlalu suka bertanya. Bahkan sampai sekarang, aku tidak pernah berniat untuk berhenti menanyakan sesuatu.
Dalam sebuah buku karangan orang Norwegia. 

"Menjawab adalah hal yang mudah. bertanya membutuhkan keberanian"
Walau aku sadar aku masih belum terlalu berani untuk menanyakan beberapa hal.
_-____________________________________________________________-_




7 Desember 2015

Senin, 7 Desember 2015

Realita kepolosan tentang anak kecil yang tertawa tanpa tahu apa-apa memang sudah bukan rahasia umum lagi. Aku rasa semua orang mengetahuinya. Aku teringat masa dimana aku hanya sepinggang orang dewasa. Ketika masalah terbesar yang aku ingat sampai sekarang adalah dimarahi oleh orang tua. Walau bahkan saat itu aku tidak mengetahui dengan pasti esensi tentang kata orangtua. Aku hanya tahu bahwa merekalah yang menyebabkan aku terlahir didunia.

Aku menyadari di usiaku sekarang, aku melihat kehidupan anak kecil yang selalu bahagia, yang selalu kembali bersama setelah beradu fisik karena hal sepele. Tapi akupun tahu, pasti ada dibelahan bumi sana yang masih didiami oleh anak-anak kecil yg hidup penuh tekanan. Dan aku pun selalu bersyukur telah sampai pada tahap menuju dewasa ini. Banyak yang bisa aku banggakan dari masa kecilku sendiri. Dan yang paling aku senang sampai saat ini adalah ketika aku tidak pernah absen dengan mainan-mainan baru saat itu, bahkan bisa dikatakan, walau aku hidup dekat ibu kota. Aku menjadi yang pertama, yang memiliki mainan anak kelas atas. Bahkan apabila aku katakan dengan sisi narsis, ya, memang aku terlalu bahagia. Tapi apakah bisa dinilai hanya dengan atas dasar mainan yang digunakan ?

Akupun mengalami masa dimana orang tua memarahi, dan aku rasa semua orang juga pasti mengalami, dan aku yakin, orang tua yang bijak pasti pernah memarahi anak nya. Hanya saja aku tidak setuju apabila memarahi sampai keluar dari batas peri "keanakkecilan". Dan, terkadang akupun melihat langsung dengan kedua bola mataku itu terjadi didepan mataku. Pernah ada pengalaman ketika aku melihat seorang bapak yang melakukan hukuman fisik langsung, aku mencoba untuk membela sang anak, dan mencoba menghentikan tindakan lebih lanjut dari sang bapak, tapi apa yang aku dapat ?
Sang bapak berkata bahwa aku terlalu mencampuri urusan orang lain. Aku terhenyak dan pergi beberapa saat kemudian, Dan menjadi pengganggu aku sebelum tidur. Bayangkan, ketika aku melihat kejadian di depan mataku, yang aku tidak suka, aku malah dianggap mencampuri urusan keluarga orang ?

Aku mencoba menghibur diri dengan mengatakan kepada diriku bahwa aku sudah melakukan yang aku bisa, dan terkadang masih terbawa hingga sekarang, ketika aku melihat hal-hal yang tidak pantas didepan mataku, aku bersikap tidak peduli. Dikarenakan insiden tersebut, ketika aku menuju masa remaja.

Disini aku ingin menghimbau, untuk mencintai anak kecil dengan ketidak tahuan mereka, dan mencintai anak kecil dikarenakan apapun yang dialami saat itu, akan terbawa hingga kelak ia dewasa atau bahkan menua. Walau masih terlalu dini, tapi aku pun terkadang mengingatkan pada diri sendiri untuk menyayangi seluruh anak kecil dengan perasaan seolah memiliki mereka. Dan aku sepakat untuk mereka yg sabar dan sepenuh hati membesarkan anak dengan menyesuaikan dengan budaya yg mereka anut. Setiap budaya memiliki keunggulan dan kelemahan yang berbeda, dari keberbedaan itu, aku berharap pada john lennon yang datang dari surga untuk menyuarakan kembali lagu "Imagine". Untuk mereka yang suka berperang, baik kecil maupun besar.

4 Desember 2015

Jumat, 4 Desember 2015

Selamat pagi Jumat, hari yang cerah untuk memulai aktifitas dengan senyuman seharusnya. Membuka sedikit tirai pada ruangan tempat aku beristirahat semalam, cahaya sang surya menusuk kedua mata tajam ku, tak kuat aku dengan tikamannya, aku mengalihkan pandangan ke yang lain, ke sisi kiri ku untuk menengok ke arah telefon genggam yang tidak seberapa pintar.
Selamat pagi hal-hal yg indah hari ini, tapi aku tidak merasakan bahkan mendapat ucapan dari siapapun, aku pun hanya mengatakan untuk diriku sendiri, karena disetiap pagi ku aku membawa diriku ke rutinitas membawa kebahagiaan, kombinasi antara dua sendok bubuk kopi khas, dan dua sendok olahan tebu,
Selamat pagi dunia, aku disini untuk menjadi seseorang yg berarti. Sentuhan kombinasi sesuai selera yg mengalir melalui tenggorokan ku, diiringi hembusan nafas menahan luapan emosi. 

Betapa indahnya dunia ini bagi mereka yang melihat. Melihat untuk keindahan, tidak sedikit orang-orang memandang dunia dari sudut pandangnya sendiri, salah ? tidak, aku tidak menyalahkan, hanya saja, apakah ia hidup untuk dirinya sendiri ? sebuah pengharapan, dari aku , Ahmad Ega Wira Tama, untuk seluruh orang yg ada didunia ini, yg merasa hidup, yg memiliki keinginan, Agar kalian menikmati dan berterimakasih atas anugerah yg telah diberikan, dan berusahalah untuk sesuatu yg memang kau inginkan. 
Terimakasih pada zat yg telah menghidupkan kalian, 
dan membuat kalian tetap menginjakan kaki di buminya,
Terimakasih karena telah diberikan  kesempatan untuk menghabiskan waktu di buminya

Sebuah pengharapan, harapan terhadap sesama manusia, memang ada yg mengatakan bahwa berharap pada manusia hanya membuat tersiksa, Ketika ekspektasi berlebihan berbanding terbalik dengan yg dirasakan, aku pernah, tidak lama ini, aku sadar aku terlalu banyak berharap pada sesuatu, terkadang aku memaksakan diri untuk membayangkan hal-hal yg aku ingin terjadi, tapi realita ? hanya menyisakan sedikit keterlibatan, Bukan, bukan aku berlari, tapi sedikit hargailah perasaan aku ini. 

Ketika ketidakpedulian dunia dirasakan oleh ku, terkadang aku membalas tidak peduli,
Ketika kedataran dunia dirasakan olehku, terkadang aku membalas datar, bahkan lebih.
Ketika ketidakinginan intuk mengetahui dunia dirasakan olehku, terkadang aku memulai untuk mencari tahu.
Ketika ketidakmengertian dunia dirasakan oleh ku, terkadang aku pun mulai kesal.
Dan ketika dunia menganggap aku tidak ada, Dan ketika aku merasakannya, seperti saat ini, halo dunia, mudah saja aku melepaskanmu......
Tapi dunia, banyak yg sudah aku korbankan untuk menujumu, Aku menjadi jauh dari dunia yg lain, sebelum kau datang, dan dunia-dunia yg berada dipihakku, mencari diriku.
Tapi dunia, banyak yg sudah aku korbankan untuk menujumu,
Tapi dunia, mengapa engkau tidak pedulikan aku ketika aku berada disisi mu ?
Tapi dunia, bagaimana yg kau rasakan terhadap aku ?
Tapi dunia , apa yang membuat kau sesumbar mengacuhkan aku ?
Tapi dunia, tidak tahukah engkau seberapa inginnya aku dekat denganmu ?
Tapi dunia, mengapa engkau tidak ada keinginan untuk dekat denganku ?
Apa aku salah menilai mu ? Apa aku harus bersimpuh di kedua kaki mu agar kau mengerti ?
Apa keinginanku berlebihan ? Apa kau anggap aku banyak keinginan ? Hey dunia ?...
Mengapa kau tidak menjawab, aku hanya butuh jawaban.
Dan dunia, kau bisa mengandalkan aku untuk beberapa hal, mungkin kau tau kemampuanku walau tidak pernah aku tunjukan,
Tapi tidak untuk mengerti mu, aku terlalu egois untuk dapat diperlakukan dengan semestinya,
Apa bedanya aku dengan yang lain ? aku hampir tidak merasakan, walau dalam beberapa hal aku mengangapnya halal.
Hey dunia, bagaimana perasaaanmu ? Aku mulai tersiksa dunia, dan ketika aku sampai pada titik jenuh ku yg sewaktu-waktu terasa. Dan ketika mencapai titik puncaknya, Demi apapun untuk kebahagiaanku, aku mencari dunia yg lain, atau untuk sementara waktu aku sibuk dengan duniaku sendiri, Meninggalkan dunia yg hanya membuat kesal, dan dunia yg bangga karena dunia kau mentoleransi bahwa kau memang begitu. Kau tahu ? bahkan aku hampir tidak menemukan kata-kata untuk yg aku rasakan, semuanya abstrak. Dan dalam seperdetik, dapat berubah.

Haruskah aku berfikir holistik untuk memandang cara berfikirmu dunia ? Benar adalah benar, dan salah adalah salah. Hey dunia, mengertilah aku, Aku hanya ingin semestinya, dan aku tidak merasakan pengorbananmu, apa aku tidak tahu ? tapi dunia, aku juga punya perasaaan, Dunia Orang Hampa. iya, kau, kau hampa. yg bangga atas kekosongan dan kedataran engkau, Kau tau dunia ? Mengapa kau tidak seperti galaksi-galaksi yg pernah aku jalani ? Walau ada galaksi yang memang harus aku tinggal kan, karena tidak jauh berbeda, diawal membuat nyaman, dikemudian tiba-tiba menghilang. Kau tahu dunia, ada galaksi yg ketika menginginkan aku kembali, aku akan langsung menuju nya tanpa berfikir. Karena galaksi tersebut menyisakan banyak hal yang belum kuselesaikan, Walau kemungkian kecil dan amat sangat kecil untuk kesana, karena sang galaksi telah menuju jalan yg lurus, jalan cahaya. Tapi aku pun sudah meninggalkan semua kenangannya. walau masih berharap kosong, karena aku tau, galaksi tersebut masih menjadi yang terindah yg pernah aku jalani. Yang bahkan yg sedang aku jalani hanya satu per seribu sang galaksi terindah. Apa aku kasar ?
Bukan, hanya sedikit curahan, tapi dunia, aku masih ingin menjalani, karena kejayaan masa lalu hanya dapat diambil pelajaran, dan seiring dengan pertambaha usia, manusia menuju kematangan, deskripsi dari perkembangan. Proses menuju kedewasaaan.
Tapi dunia, aku akan tetap berusaha menjalani, dan mensyukuri apa yg terjadi, dan dunia, aku masih ingin bersama mu, walau lebih nayak pahit ? Apa aku bodoh ?
Aku hanya berusaha untuk berkembang dan keluar dari zona nyaman, menguras energi ? ya aku ikhlas, karena aku akan mendapat pelajaran, No pain, No Gain. tapi tolong jangan terlalu sering dunia membuat ku kesal, masih ada waktu untuk kau berubah, dunia. Dan akan tetap aku jalani sampai aku tau, kapan untuk menyerah.

I don't wanna be someone who walks away so easily
I'm here to stay and make the difference that I can make
Our differences they do a lot to teach us how to use
The tools and gifts we got, yeah, we got a lot at stake
And in the end, you're still my friend at least we did intend
For us to work we didn't break, we didn't burn
We had to learn how to bend without the world caving in
I had to learn what I've got, and what I'm not, and who I am
I won't give up on us
Even if the skies get rough
I'm giving you all my love
I'm still looking up, I'm still looking up.

-I Won't Give Up (Jason Mraz)-


29 November 2015

Minggu, 29 November 2015

Terbangun untuk kedua kalinya di hari yang sama. Akhir pekan. Mereka bilang. Hari kosong tanpa kesibukan yg wajar. Cuaca tidak secerah 2 bulan yang lalu, hanya menyisakan suara alam. Benturan titik air bertemu daratan. Bangun untuk kedua kalinya cuaca sudah sedikit cerah, menyisakan bekas berkah alam. Aroma masih terasa, dan tak jauh berbeda dengan aroma hujan 16 tahun yang lalu, ketika aku mulai merasakan kehidupan. Sangat jarang aku memiliki waktu santai seperti ini. Atau kadang aku menolak untuk memiliki waktu luang. Aku tersadar aku seolah sibuk, padahal kenyataannya banyak waktu- waktu berharga yg ku lewati dengan percuma. 
Ntah kenapa waktu-waktu bahagia berlalu dengan cepat, 
ntah kenapa waktu - waktu kesedihan berlalu sangat panjang. 
Ntah kenapa waktu-waktu saat menunggu seolah tidak sampai, ntah kenapa waktu -waktu mengejutkan tiba - tiba datang.
Relativitas waktu katanya.....
Aku memang tidak mengalami masa yg dialami Einstein, aku juga tidak mengalami masa Dicksen atau pun Wilde. Mereka punya jalnnya sendiri. Mereka memutuskan menjalankan kehidupan mereka sendiri.
Aku hanya mahasiswa Strata Satu. mereka tidak menjalani.
Aku menulis, hanya penyaluran kegemaran, mereka menulis dengan tujuan.
Bukan dari salah satu mahasiswa terbaik dikelas, bukan juga salah satu mahasiswa terkenal satu universitas. Bahkan untuk dunia mengenalku, masih panjang jalan. Terkadang aku memikirkan popularitas, terkadang aku lebih nyaman berada di rumah sendirian. Terkadang aku memikirkan menjadi terbaik dikelas, terkadang aku lebih nyaman belajar sesuai keinginanku.
Mereka mengatakan, lebih baik keluar dari zona nyaman. Sudah berkali-kali aku merasakan, tapi bukan atas kemauan.
Terkadang aku mencoba mengerti perasaan. terkadang aku sudah tidak kuat dan menjadi tidak sabaran. Aku siapa sebenarnya ?
Isi pikiran ku pun terlalu mudah berubah-ubah, Buku mengatakan dan aku mengkategorikan aku seorang sanguinis....
Terkadang ingin menjadi seorang hacker bertopi putih, terkadang ingin menjadi seseorang yg memiliki ribuan jurnal ilmiah atas penelitiannya, terkadang lebih suka bergaul dan mengorbankan waktu tidur serta kegiatan akademik,
Terkadang ingin menjauhi seluruh yg diharamkan "payung" ku, terkadang aku lebih memilih menjalankannya dengan penuh canda tawa tanpa kesadaran.
Apakah semua orang mengalami hal yg sama ? Melalui jalan yg panjang serta berangin, sehingga arahnya mudah berubah, haruskah aku menjalani kehidupan tanpa arah pasti ?
Pun dengan perasaan ini, terlalu banyak manipulasi. Terlalu banyak lagu yg mengatakan untuk tidak menyerah. Memang aku tau, ketulusan yg dibutuhkan, serta keikhlasan. Tapi arti ketulusan itu sendiri, "walaupun terasa berat tetap dijalani". Sedangkan ikhlas "Merelakan yg terjadi" sulit mengsinkronisasikannya pada keadaan sekarang ini. Terkadang aku memanipulasi, karena bayang bayang kesalahan dimasa lalu dengan orang yg berbeda. Dan tidak ingin aku ulangi lagi, Dan aku pun hanya seorang manusia biasa. Bukan siapa- siapa, aku sadar. Aku bukan seorang ayah yg mengasihi putrinya sampai akhir hayat, jadi aku hanya bisa berusaha untuk menyerupai atas apa yg dilakukan, paling tidak, menjaga hati dan perasaan seorang anak wanita, agar tidak tersakiti, aku pun sadar, seorang wanita yg sudah dibesarkan dengan penuh kasih sayang, apakah layak untuk disakiti ? Hmm... Dan untuk orang yg tersayang, yg memiliki arti nama "kesayangan". Aku mungkin tidak bisa menjadi apa yg kau inginkan, dan aku pun sadari, bahkan kau pun tak akan bisa menjadi seperti yg kau inginkan. Tapi ada proses penyatuan persepsi dalam suatu hal, dan bukankah esensi manusia hidup adalah bermanfaat bagi sesama ?......
Dan bukan kah esensi manusia normal hidup pun untuk menjadi lebih baik ? Dalam keseharian telan mencontohkan, Ketika kau sadar tangan mu kotor, apa yg kau lakukan ? Membersihkannya kan ?
Dan ketika kau sadar Rambut mu kusut ? Bukan kah kau merapikannya ? Ada yg sudah mengatur itu semua. Jadi apakah kau sudah mengetahui tujuan kau hidup ? aku belum, aku masih seorang yg memikirkan masa kini, atas apa yg sudah dan sedang aku jalani.
Hampir memasuki minggu ke duakuadrat, bahkan aku masih belum mengetahui apa yg kau rasakan, terhadapku, mungkin memang aku beberapa kesempatan bertanya, dan mungkin aku hanya ingin tahu, dan mungkin aku menyadari bahwa mengatakan hal - hal yg sensitif memang sedikit membutuhkan beberapa keberanian. Terkadang aku mengira bahwa itu bukanlah sesuatu yg penting yg harus diprioritaskan, tapi apakah cukup dengan menjalani dengan kata "Jalani" ? Hm.... memang venus membutuhkan kepastian, begitu juga dengan seorang Mars.
Urusan romansa memang menguras banyak energi serta emosi. Bahkan tak jarang banyak mars yg terpaksa harus mengalihkan luapan emosi merah nya untuk hal yg lain. Dan lalu timbul pertanyaan, apakah bunga matahari yg  ceria tidak dapat berkata soal perasaan, istilah anak sekarang yg membawa suatu hal ke perasaan, aku yakin semua orang memiliki perasaan, dan bukan suatu yg tabu untuk dibicarakan, Dunia boleh bersemangat tapi ada sisi lain dimana dunia meluangkan waktu nya untuk merasakan. 
Walau terkadang mengambil jalan pintas dan lantas berfikir dikemudian. 
Aku berharap pada sumber kehidupan utama manusia, dalam setitik kecil hati nurani, aku memang brgairah menjalani hari hari, tapi ada sisi dariku yg nyaman ketika berurusan dengan perasaan. Sensitif, bukan hanya untuk urusan romansa, kehidupan, keberlangsungan tanggung jawab ditengah perkembangan pola pikir manusia. Keep Moving. and CARRY ON.

13 Oktober 2015

Selasa, 13 Oktober 2015

Aku terbangun, pepohonan dengan cahaya minim yg pertama kali aku lihat, aku terbangunkan oleh hewan dan dingin sang fajar. Melangkah menuju tempat yg kurang gangguan dari hewan, tanpa sadar matahari merah telah muncul ketika aku bergegas menuju persinggahan. Indah rasanya, aku seolah melihat Mars berada didepan mataku, namun sejauh aku berusaha tak kudapatkan jua, yang ada hanya berpindah beberapa derajat dari sudut pandang mataku. 
Masih bergoyang pandanganku, efek keindahan tanpa kesadaran semalam. aku kira aku tak akan sampai, tapi aku pun masih mengingat tetangga menyambut dengan senyuman datar anak bayi nya. Aku masuk dengan sedikit gundah karena sumber kehidupan seluruh manusia tak dapat mengalir dengan sempurna. Aku tak tahu apa yg terjadi dibawah sana, tapi sesekali mengeluarkan, walau tak sejernih perairan surga.
Telentang tanpa gangguan aku di tumpukan busa yg dirangkai oleh senimannya menjadi kasur, terbesit dalam sebuah mimpi, mimpi yg aneh, bahkan menjijikan, dan aku harus berusaha terbangun, aku berusaha keluar dari mimpi yg datang. Aku bisa, tapi aku kaku tak tertahankan, efek memaksakan gelombang otak. Terpikir olehku sebentar, apa maksud dari mimpi tersebut, tapi tubuhku hanya menyuruh untuk kembali tertidur, aku masih belum terkendali, dan akupun tertidur kembali.
Bangun dan disambut kicauan burung, nyaman. Aku merasa pikiran dan emosi ku masih belum tercampur apa apa, bersih, sunyi. Aku suka saat seperti ini, ketika suasana penuh kedataran dalam diriku, biasanya aku pakai untuk merenung ketika aku belum merantau. Aku merasa sensitif penuh kedamaian. TErsadar harus menjalani kehidupan, aku membuat produk olahan sapi , putih, manis, paling tidak yg aku tahu, ini dapat menetralkan, dan aku pun tau aku seorang Ahmad Ega Wira Tama, dan tak perlu lagi berpegangan untuk berjalan.
Sekarang aku berada dibalik layar pusat koordinasi dan informasi yg aku miliki, sudah 2 tahun aku memilikinya, peformanya masih dapat diandalkan. Terduduk bisu dengan menghisap campuran tembakau, cengkeh serta bahan lainnya yg dirahasiakan oleh pabriknya dan dibungkus dengan kertas khusus, aku mencoba mengeluti dunia yg mulai terlupakan dan tersembunyi diantara aktifitas keseharian. Aku mulai menulis lagi.

1 Mei 2015

Lirik Ode to Joy (Beethoven's 9th Symphony)

Banyak yg bilang instrumen ini musik gereja, atau untuk suatu agama, Tapi gua memandangnya lain, kenapa ? karena musik universal. Sedikit bahas tentang simfoni ini. Pertama coba di Play dulu atau dengerin dulu sebelum baca lebh lanjut.



Instrumen ini punya nama asli : "Ode An Die Freude"


Tergolong musik klasik, yg katanya punya manfaat bagus buat jaringan otak bayi maupun manusia. Nah, kalo si Beethoven nya sendiri sih cuma bikin instrumen nya aja, kalo untuk apanya dia nyiptain, ya karena dia seneng aja buatnya haha. Walaupun dia sendiri pendengarannya kurang bagus.

Liriknya pun banyak versi dan ini salah satu versinya menurut :
http://www.ca-in-sapporo.com/interests/beethoven.html


O friends, no more these sounds!
Let us sing more cheerful songs,
more full of joy!
Joy, bright spark of divinity,
Daughter of Elysium,
Fire-inspired we tread
Thy sanctuary.
Thy magic power re-unites
All that custom has divided,
All men become brothers
Under the sway of thy gentle wings.
Whoever has created 
An abiding friendship,
Or has won
A true and loving wife,
All who can call at least one soul theirs,
Join in our song of praise;
But any who cannot must creep tearfully
Away from our circle.
All creatures drink of joy
At nature's breast.
Just and unjust
Alike taste of her gift;
She gave us kisses and the fruit of the vine,
A tried friend to the end.
Even the worm can feel contentment,
And the cherub stands before God!
Gladly, like the heavenly bodies
Which He set on their courses
Through the splendor of the firmament;
Thus, brothers, you should run your race,
As a hero going to conquest.
You millions, I embrace you.
This kiss is for all the world!
Brothers, above the starry canopy
There must dwell a loving Father.
Do you fall in worship, you millions?
World, do you know your creator?
Seek him in the heavens;
Above the stars must He dwell.

Nah kalo ini versinya : http://www.lyricsfreak.com/s/soundtracks/ode+to+joy_10220943.html