WELCOME TO MY ILLUMINATION

9 Agustus 2017

Rabu, 9 Agustus 2017

Hooooo my head is on fire,

Terbangun dengan seluruh kepala terisi penuh sungguh tidak, bukan, sungguh sangat tidak nyaman. Memang segala urusan emosi dan perasaan negatif tidak selayaknya dibawa tidur, yaaaa, walaupun banyak yang mengatakan sleep is the best meditation. Dan aku merindukan tidur dalam keadaan gelombang otak delta yang stabil.

Hooooo terkadang aku merindukan masa dimana otak reptil ku tidak terasa,

Yaaaa, bagian otak yang mengatur kelangsungan hidup, fight or flight dan fungsi penggerak sensorik, sehingga aku tidak terlalu tanggap ataupun tidak terlalu peduli dengan apapun yang terjadi. Tidak tahu harus “Hadapi atau lari” hanya mengalir saja. Namun masa itu sudah terlewati. Sekarang aku makin dewasa. Pengalaman demi pengalaman telah aku lewati. Semua ini akan berlalu dan membentuk diriku agar lebih kuat apabila aku berhasil melewatinya.

Hooooo most people don’t listen with the intent to understand,

Mendengar adalah seni yang menarik, yaaa, aku dapat membedakan mereka yang mendengarkan.  Aku dapat merasakannyaaaaaaaa. Seolah aku tau apa yang ada di pikiran mereka ketika kita bercerita. Karena aku juga pernah menjadi seorang pendengar. Pagi yang menakjubkan !! Dan aku tersadar mendengarkan adalah seni yang tidak dikuasai semua orang. Bukan, lebih tepatnya tidak semua orang mendengarkan dengan seksama dan sepenuh hati, bukan mencoba atau memikirkan tanggapan yang akan diberikan, tapi lebih mencoba untuk mengerti. Dan aku membenci fakta bahwa aku selalu terlalu serius ketika mendengar cerita seseorang apaun itu tetapi ketika aku bercerita namun tidak ada yang mengerti. Ahhh memang hanya diri ini sendiri yang paling mengerti. Dan beberapa orang yang pernah aku temui selama 7963 Hari aku hidup di dunia sampai hari ini.


Is there anybody going to listen to my story ?

11 Juli 2017

Selasa,11 Juli 2017

Ya, sore ini aku menemukan sesuatu,

Ya, bahwa menulis dapat merubah emosi yang sedang dirasakan seseorang. Bahkan bisa secara spontan. Emosi seseorang yang sedang mengharu biru, dapat di minimalisir dengan menulis, dimanapun.

Generasi sebelum diriku mungkin telah membuktikannya, ya, mereka generasi mempunyai buku diari, yang hampir setiap malam sebelum tidur mereka menulis apa yang dia rasakan pada hari itu. Hey, bisa saja itu media mereka menyalurkan, mencurahkan segala emosi terpendam setelah menjalani hari yang menyenangkan, maupun yang memberatkan. Dan berharap esok hari ketika terbangun dengan perasaan seperti baru saja melewati itu semua.

Tidak ada yang tau esok, yang aku tahu berbuat baiklah pada hari ini.

Memang, kebanyakan orang enggan untuk berbuat sesuatu sampai hal tersebut mempengaruhi dirinya sendiri, atau mempengaruhi kehidupannya. Bahkan tak jarang, mereka berbuat untuk mendapatkan sesuatu, atau paling rendahnya adalah mengharapkan sesuatu. Hina ? Tidak manusiawi aku anggap, dimana ketulusan ? Bersembunyi. Seperti purnama malam ini yang tertutupi awan. Ia bersinar namun tertutupi. Namun apakah yang menutupi itu ?...

Ohh, terlalu banyak buku yang sudah membahas tentang hal yang menyelubungi kebersihan hati manusia.

Ahh, semakin dewasa memang makin terasa tantangan-tantangan yang datang. Aku yang sedang berusaha payah dalam memperjuangkan dunia perkuliahan, mulai terasa tekanan-tekanan yang datang tiada henti, terkadang aku tidak tau semua ini maksudnya apa, terkadang akupun dapat dengan ikhlas bahwa semua ini adalah rahasia alam untuk membentuk diriku sendiri.

Tapi yaaa nikmati saja, semua prosesnya yang hampir dapat meledakan isi kepala ini. Terkadang sesuatu yang menarik adalah sesuatu yang tidak terduga, mungkin kedepannya kejutan yang akan datang adalah hasil yang sudah dilakukan oleh aku sebelumnya. Dan itulah mengapa aku tetap berlari di lintasan kehidupan yang tiada henti menunjukan ke-absurd-an nya. Aku akan merasakan hasil dari apapun yang telah aku lakukan.

Ohhhhhh hey aku lelah, tidur tidak pada waktunya ohhh aku tau aku tau itu merupakan hal yang lumrah bagi mereka yang sedang tertekan, sedang sedih, atau sedang sedang dalam keadaan yang tidak stabil. Ohhhh tidur adalah cara yang paling baik untuk kabur dari pikiran-pikiran tidak menyenangkan. Ohhh pikiran ku setiap detik dapat berubaaahhh. Ohhh aku tidak tau apa yang harus aku lakukaaan, pikiran ku tertuju pada banyak hal yang kau adalah salah satu nyaaaa, ohhhh seandainya pikiran dapat berkata. Tapi ini semua bukan suatu becandaan, ohhh ini mengikis kebahagiaan. Ohh akan kuberikan semua yang ada untuk mendapatkan sedikit kedamaian di pikiran. Ohhhh tapi bukan dengan cara yang buruk yang malah merugikan di kemudian.

Ohh hey sebentar, aku duduk dan bernafas dengan cara bernafas ketika tidur, hey ini relaksasi namanya. Menjauhkan sejenak segala sesuatu yang menggangu, ohh ini sudah lama aku ketahui. Ohh aku terkadang lupa. Ohh masih banyak yang harus dilakukan. Ohh hey, sebentar, 5 menit saja. Ya relakan yang sudah terjadi.

Get up,
Come On,
Why’re you scared ?
You’ll never change what’s been and gone

Cause all of the stars are fading away
Just try not to worry, you’ll see them some day
Just take what you need and be on your way

And stop crying your heart out

-Oasis - Stop Crying Your Heart Out-

9 Juli 2017

Minggu, 9 Juli 2017

Oh hey, minggu pagi yang cerah ini memang nikmat sekali jika bersantai sejenak sambil mendengarkan lagu-lagu 90’an. Dan jangan coba merusak pagi ku, caramu biarlah berlalu. Awal  pagi ini aku terjebak emosi negative ku sendiri yang aku buat tanpa aku sadari. Aku mencoba menyalahkan kau, tapi hey, aku tau kalau menyalahkan orang lain tidak ada manfaatnya sama sekali. jadi lebih baik salahkan aku yang membuat pikiran, perasaan serta ekspektasi berlebihan. Dan ketika aku sadari, ya….. menyadari perasaan atau emosi sendiri adalah langkah awal perbaikan.

Karena pada dasarnya kita semua, manusia, sangatlah mudah untuk larut dalam emosinya sendiri, atau bahkan menjadi sebuah candu. Lalu sadarkah kau bila emosi mu datang ?

Hidup ini penting, hanya diriku sendiri yang bisa membantu, yaaa, memang aku membuat rencana kehidupanku sendiri, memang disitu ada keterlibatan orang lain. Tapi tetap saja, aku lebih percaya pada kekuatan dari dalam. Dari diriku sendiri. Hey, aku menyadari ketika perubahan perubahan terjadi, aku sedikit peka mengenai hal itu, baik perubahan dalam diriku ataupu, orang lain hey.

Terkadang ketika aku mulai merasa emosi negative merasukiku, dan aku mulai sadari, aku terkadang mengatakan bahwa aku adalah seorang drama king with a deadline yaa, aku tidak mau berlarut-larut dalam emosi ku sendiri.

Karena pada dasarnya kita dapat memilih atau menentukan perasaan kita sendiri. Tapi sadarkah kau mengenai hal itu ?

Atau jika sesuai dengan umur ku sekarang lebih familiar jika aku samakan dengan “mood” iyaaaa tepat sekali, kita semua bisa mengatur itu, atau jika memang ingin menikmati mood tersebut, sadari , tapi jangan terlalu lama. Sadari, nikmati, lalu bangkit lagi, semudah itu kok hey, dan akan lebih mudah apabila dilakukan, sadari pula awalnya memang berat, tapi lama kelamaan akan terbiasa, dan tidak perlu energi besar untuk melakukannya dikemudian nanti. Kenapa ? karena dalam kehidupan kedepan kita tidak tau apa yang akan terjadi.

Dan sekali lagi aku tersadar tulisan ini adalah sebagai pengingat diriku sendiri dikemudian hari, memang terkadang, atau ketika aku teringat, aku membuka kembali isi blog ini untuk menjadikannya pengingat serta pelajaran untuk aku dimasa depan, ya pastinya aku nya dimasa depan akan sangat berterimakasih, sebagaimana sekarang aku berterimakasih pada diriku yang dahulu.

Karena pada dasarnya kita mudah lupa dan menulis adalah cara terbaik untuk mengingat. Lalu apa yang akan kau lakukan ketika membaca kembali tulisan yang kau buat ?

Terhitung dari beberapa tahun lalu, aku mendeklarasikan diriku sebagai “Pencari kesadaran penuh dan kehangatan dalam jiwa”. Kesadaran dari dalam maupun luar, kehangatan dari dalam maupun luar.



4 Juli 2017

Selasa, 4 Juli 2017


Hey blog, apa kabar ? Aku datang dengan perasaan bersalah, btw lama tidak menggelitik mu dengan kata-kata yang ada dipikiran ku ini.

Maafkan aku yang hanya datang ketika dalam keadaan yang tidak baik, kadang dalam keadaan kesal, sedih, kecewa, namun kali ini aku datang dalam keadaan bersalah.

Sebelumnya aku ingin mengucapkan selamat ulang tahun kepada Amerika Serikat, semoga tetap menjadi negara yang penuh lelucon kehidupan.

Memang semua sudah terjadi, tapi mengapa perasaan bersalah itu masih ada. Maafkan aku yang terlalu perasa ini namun hanya bisa merasa. Masalahnya memang bukan masalah besar, masalahnya juga mungkin bukan yang merusak seluruh sistem negara. Ya, hanya membantu menghilangkan barang pribadi seseorang yang penuh dengan hal-hal penting.

Tapi…. hey, bagaimana jika saat itu aku tidak menawari untuk meletakan sesuatu yang ada di pelukan mu itu keatas ?
Mungkin aku tidak perlu merasa bersalah seperti ini. Ohh aku lupa, aku menawarimu karena aku jika diposisi mu tidak akan nyaman. Ya egois yang membawa bencana. Ohh hey, bagaimana jika aku lebih teliti atau lebih berhati-hati ? Ohh hey, aku malah tertidur tak berdaya sedangkan kau terjaga ?.....

Aku yang mulai mengurangi kata andaikata kali ini harus menggunakan kata andaikata untuk diriku sendiri. Untuk perlakuan yang telah ku lakukan. Aku tak tau harus kemana meluapkan, aku mencoba meminta maaf tapi kau tidak dalam kondisi untuk menerima, aku mencoba menawarkan bantuan.
Ohh heyyyy aku tidak berdaya, tidak bisa membantu apa -apa. Ohh heyy ???? hey, hey kau, yaaa belum genap 2 bulan perkenalan kita. Tapi aku sudah menyusahi mu, hey aku ini siapa ? Kau anggap apa aku ini hey ? Hey tolong aku tidak bisa tenang, hey kau layak memarahikuuu walau kau bilang tidak ingin menyalahkan orang lain hey. Aku tidak tau dengan pasti entah kehilangan apa saja yang kau rasakan, hey, mungkin banyak kenangan yang harus hilang yang sengaja kau simpan. Hey ? Sadarkah kau aku disini mungkin merasakan hal yang sama.

Maaf aku yang hanya bisa mengeluh disini , aku tidak tau mesti kemana lagi, hey, kau bilang tunggu 3 bulan. Gerak ku terbatas. Atau ini pembelaan atas ketidaksanggupan ku untuk menolong.

Dan aku hanya bisa mengeluh disini, dengan menulis. Walaupun aku tau mungkin tidak seorangpun yang membaca tulisan ku ini. Ya, atau paling tidak mereka yang memang benar-benar ingin mengetahui diriku saja.

Tapi…. hey, Aku menulis untuk diriku sendiri

Aku menulis untuk meringankan perasaan bersalah ini. Hey, agar kau tau isi kepala ku ini sesekali.
Hey, aku terkadang menulis untuk mengingat perasaan ini dimasa depan nanti. Supaya aku dapat belajar. Ya mungkin aku di masa depan akan berterimaksih pada tulisan ini karena paling tidak telah membantuku mengingat kau hey.

Tapi…. Hey aku tidak bisa berlama lama dengan perasaan bersalah seperti ini hey, aku minta maaf jika mungkin nanti aku menunjukan wajah tanpa dosa di hadapanmu. Aku berharap sekarang hujan, aku seorang pluviophile, yang merasa damai ketika hujan.

Dan biar hujan membasahi kepala ku agar aku lebih tenang.


14 Agustus 2016

Pimpinan Himateks FT Unila 2015/2016


Duduk (kiri-kanan) : M. Agung Setia Dharma, Sella Anggraini, Ahmad Ega Wira Tama, Hariadi Tri Pambudi, Aditia Reshi
Berdiri (kiri-kanan) : M. Rizki Arrizal, M. Yusrizal Fahri, M. Rizqika Aftortu, Ismawan Dewansyah, Abdurrahman Yusuf


Menjadi bagian dari suatu organisasi kampus tidaklah selalu buruk. Karena saya telah menjalaninya. Mungkin beberapa mengatakan "Hanya buang-buang waktu" atau "Tidak akan berguna" atau yang lebih ekstrim lagi "Orangtua membiayai kuliah untuk kuliah, bukan untuk mengurus hal - hal seperti itu". Ya. Semua orang boleh berpendapat. Sebagaimana semua orang boleh memilih apa yang harus dilakukan.

Kenangan. Apa yg penting dari sebuah kenangan ?......
Saya rasa bukan hal yang tepat apabila ketika telah menyelesaikan suatu tangggung jawab, hanya menjadi kenangan. Bukan, bukan itu. Melainkan hanya menjadi suatu pengalaman.
Kenangan dapat hilang. Karena mungkin hanya diri kita sendiri lah yang mengenang. Atau orang lain, yang meluangkan sedikit bagian dari hati dan pikirannya untuk mengenang. Dan semua orang bebas memilih kenangan seperti apa yang ingin dia ingat.

Pengalaman. Kata yang tepat untuk sebuah perjalanan.
Dalam perjalanan kita melihat dan memperhatikan banyak hal.
Diperjalanan kita mendengar dan menyimak banyak hal.
Menjalani perjalanan kita melakukan banyak hal.


Saya merasa beruntung karena dalam perjalanan menjalankan suatu organisasi memiliki rekan-rekan yang sangat membantu satu sama lain, bekerja sama. Hal yang tidak bisa di pelajari, namun dapat dijalani.

Terimakasih pada kalian tim yang tepat.


Sekretaris Umum : 
Hariadi Tri Pambudi

Bendahara Umum : 
Sella Anggraini

Kepala Departemen Penelitian dan Pengembangan :
Aditia Reshi Dista

Kepala Departemen Advokasi dan Profesi :
M. Agung Setia Dharma

Kepala Departemen Kaderisasi :
M. Rizki Arrizal

Kepala Departemen Usaha dan Karya :
M. Yusrizal Fahri

Kepala Departemen Media dan Informasi dan Pelaksana Teknis Departemen Kesekretariatan :
M. Rizqika Aftortu

Kepala Departemen Hubungan Luar :
Ismawan Dewansyah

Kepala Departemen Olahraga dan Kerohanian :
Abdurrahman Yusuf Hasyim

Kepala Departemen Kesekretariatan :
Luthfi Zain Fuadi

Dan untuk seluruh rekan yang telah berjuang bersama selama menjadi pengurus 
Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Lampung
periode 2015-2016

Terimakasih untuk kalian yang telah membantu dalam hal kecil maupun hal besar
Terimakasih untuk kalian yang telah sampai akhir berjuang bersama
Terimakasih untuk kalian yang telah berani berbeda
Terimakasih untuk kalian yang telah sabar, tekun, gigih serta pantang menyerah
Terimakasih.

13 Desember 2015

Minggu, 13 Desember 2015

Selamat pagi dunia, ingin aku bertanya "kenapa hari ini cerah sekali ?" Kau tau dunia, aku sangat menyukai suasana ketka minggu pagi yang kosong serta mendung dan hujan. Aku merasa sangat damai, bersembunyi dibawah atap hunian. Menikmati kehangatan dikala dingin menerpa. Suara relaksasi yang tak akan pernah tergantikan.
Bahkan ketika saat itu aku masih terbayang kenangan-kenangan dahulu, kenangan menerobos hujan, kenangan menunggu hujan, kenangan harus berbasah-basah karena satu dua hal yang sekarang tidak begitu penting. kenangan menyaksikan air hujan yang membasahi kaca jendela. dan terseret di kaca akibat melesat lebih dari 100 km/jam. Berada dalam ketakutan. Yang bahkan aku tidak dapat melihat bagian depan kendaraanku sendiri.
Ketika hujan pula aku teringat pernah menuruni pegunungan tanpa adanya lampu. Dan yang paling menjengkelkan adalah alasan mengapa menuju pegunungan itu sendiri. Bahkan aku menuruni tanpa mengenakan celana panjang, ditengah badai. Kata berita keesokan hariya. Membaca berita itu aku tertawa, karena aku berada ditengahnya semalam. Dan masih menjadi pertanyaan mengapa aku bisa sampai rumah tanpa merasa kedinginan.
Lebih jauh mundur lagi, aku teringat ketika langit sangat gelap, tidak sesuai dengan waktu normal. Aku merasa kiamat akan datang karena aku kira itu kiamat. Hasil pemikiran anak kecil yang terlalu suka bertanya. Bahkan sampai sekarang, aku tidak pernah berniat untuk berhenti menanyakan sesuatu.
Dalam sebuah buku karangan orang Norwegia. 

"Menjawab adalah hal yang mudah. bertanya membutuhkan keberanian"
Walau aku sadar aku masih belum terlalu berani untuk menanyakan beberapa hal.
_-____________________________________________________________-_




7 Desember 2015

Senin, 7 Desember 2015

Realita kepolosan tentang anak kecil yang tertawa tanpa tahu apa-apa memang sudah bukan rahasia umum lagi. Aku rasa semua orang mengetahuinya. Aku teringat masa dimana aku hanya sepinggang orang dewasa. Ketika masalah terbesar yang aku ingat sampai sekarang adalah dimarahi oleh orang tua. Walau bahkan saat itu aku tidak mengetahui dengan pasti esensi tentang kata orangtua. Aku hanya tahu bahwa merekalah yang menyebabkan aku terlahir didunia.

Aku menyadari di usiaku sekarang, aku melihat kehidupan anak kecil yang selalu bahagia, yang selalu kembali bersama setelah beradu fisik karena hal sepele. Tapi akupun tahu, pasti ada dibelahan bumi sana yang masih didiami oleh anak-anak kecil yg hidup penuh tekanan. Dan aku pun selalu bersyukur telah sampai pada tahap menuju dewasa ini. Banyak yang bisa aku banggakan dari masa kecilku sendiri. Dan yang paling aku senang sampai saat ini adalah ketika aku tidak pernah absen dengan mainan-mainan baru saat itu, bahkan bisa dikatakan, walau aku hidup dekat ibu kota. Aku menjadi yang pertama, yang memiliki mainan anak kelas atas. Bahkan apabila aku katakan dengan sisi narsis, ya, memang aku terlalu bahagia. Tapi apakah bisa dinilai hanya dengan atas dasar mainan yang digunakan ?

Akupun mengalami masa dimana orang tua memarahi, dan aku rasa semua orang juga pasti mengalami, dan aku yakin, orang tua yang bijak pasti pernah memarahi anak nya. Hanya saja aku tidak setuju apabila memarahi sampai keluar dari batas peri "keanakkecilan". Dan, terkadang akupun melihat langsung dengan kedua bola mataku itu terjadi didepan mataku. Pernah ada pengalaman ketika aku melihat seorang bapak yang melakukan hukuman fisik langsung, aku mencoba untuk membela sang anak, dan mencoba menghentikan tindakan lebih lanjut dari sang bapak, tapi apa yang aku dapat ?
Sang bapak berkata bahwa aku terlalu mencampuri urusan orang lain. Aku terhenyak dan pergi beberapa saat kemudian, Dan menjadi pengganggu aku sebelum tidur. Bayangkan, ketika aku melihat kejadian di depan mataku, yang aku tidak suka, aku malah dianggap mencampuri urusan keluarga orang ?

Aku mencoba menghibur diri dengan mengatakan kepada diriku bahwa aku sudah melakukan yang aku bisa, dan terkadang masih terbawa hingga sekarang, ketika aku melihat hal-hal yang tidak pantas didepan mataku, aku bersikap tidak peduli. Dikarenakan insiden tersebut, ketika aku menuju masa remaja.

Disini aku ingin menghimbau, untuk mencintai anak kecil dengan ketidak tahuan mereka, dan mencintai anak kecil dikarenakan apapun yang dialami saat itu, akan terbawa hingga kelak ia dewasa atau bahkan menua. Walau masih terlalu dini, tapi aku pun terkadang mengingatkan pada diri sendiri untuk menyayangi seluruh anak kecil dengan perasaan seolah memiliki mereka. Dan aku sepakat untuk mereka yg sabar dan sepenuh hati membesarkan anak dengan menyesuaikan dengan budaya yg mereka anut. Setiap budaya memiliki keunggulan dan kelemahan yang berbeda, dari keberbedaan itu, aku berharap pada john lennon yang datang dari surga untuk menyuarakan kembali lagu "Imagine". Untuk mereka yang suka berperang, baik kecil maupun besar.